
Schoolmedia News Takengon = Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muâti menegaskan bahwa kondisi darurat tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan proses pendidikan bagi anak-anak. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 22 Takengon, Aceh Tengah, yang terdampak bencana pada November 2025 lalu, Jumat (29/1/2026).
Dalam kunjungan yang juga menjadi bentuk monitoring langsung terhadap layanan pendidikan pascabencana, Mendikdasmen menyaksikan bagaimana proses pembelajaran berlangsung di ruang-ruang kelas darurat yang telah disiapkan pihak sekolah. Meskipun sarana dan prasarana terbatas, sekolah tetap mampu menjaga kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital sebagai media pembelajaran digital.
âYang penting anak-anak tetap bisa belajar, tetap beraktivitas, dan bertemu teman-temannya. Ini bagian dari proses pemulihan agar mereka tidak stres,â ujar Mendikdasmen di halaman sekolah usai meninjau kelas darurat dan berinteraksi dengan siswa serta guru.
SMPN 22 Takengon merupakan salah satu dari puluhan sekolah di Aceh Tengah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tiga bulan silam. Sebagian besar bangunan kelas utama mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan lagi. Pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun ruang kelas darurat guna menjaga kelangsungan pendidikan bagi 850 siswa yang bersekolah di sana.
Selama tinjauan, Mendikdasmen melihat bahwa setiap ruang kelas darurat dilengkapi dengan fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk pembelajaran. Penggunaan Papan Interaktif Digital yang telah disalurkan oleh Kemendikdasmen menjadi salah satu penunjang utama agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan baik.
âPemanfaatan teknologi ini menjadi contoh adaptasi yang baik. Kita tidak boleh mengorbankan mutu pendidikan hanya karena sedang dalam situasi darurat,â jelas Mendikdasmen yang juga menyempatkan diri untuk mengajar langsung di beberapa kelas.
Di kelas IX, Mendikdasmen mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris dengan mengajarkan materi tentang anatomi tubuh. Ia menggunakan metode yang menyenangkan dengan bernyanyi bersama siswa agar materi lebih mudah dicerna. Suasana kelas menjadi hangat dan interaktif, dengan banyak siswa yang aktif bertanya dan memberikan tanggapan.
Sementara itu, di kelas VII dan VIII, Mendikdasmen terlibat dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Bersama guru kelas, ia menjelaskan konsep tentang sistem pernapasan manusia dengan memanfaatkan fitur animasi pada Papan Interaktif Digital. Siswa tampak antusias mengikuti penjelasan dan aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok.
Guru dan Siswa Bangga
âKami sangat senang bisa diajar langsung oleh Mendikdasmen. Materinya jadi lebih mudah dipahami dan seru,â ujar Nurul Aini (14), siswi kelas IX SMPN 22 Takengon.
Setelah kegiatan pembelajaran, Mendikdasmen mengajak seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk melakukan Senam Anak Indonesia Sehat bersama di lapangan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter dan semangat kebersamaan di tengah kondisi pascabencana.
âSenam bersama ini menjadi simbol bahwa kita tetap memiliki semangat yang kuat untuk bangkit dan terus berkembang. Kesehatan fisik dan mental peserta didik serta pendidik adalah prioritas kita dalam masa pemulihan,â ungkap Mendikdasmen.
Kemendikdasmen juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah Aceh Tengah dan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat proses pemulihan sarana dan prasarana pendidikan. Rencana perbaikan dan pembangunan ulang bangunan sekolah yang terdampak bencana telah masuk dalam tahap perencanaan teknis dengan target penyelesaian pada semester kedua tahun ini.
âKami akan memastikan bahwa setiap sekolah yang terdampak bencana mendapatkan dukungan yang maksimal agar dapat kembali beroperasi secara normal dan aman. Anak-anak berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,â tegas Mendikdasmen.
Kepala SMPN 22 Takengon, Zulkifli, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kemendikdasmen. Menurutnya, kunjungan ini menjadi semangat baru bagi seluruh komunitas sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan meskipun dalam kondisi pascabencana.
âKita akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi siswa, dengan dukungan yang kita terima dari pemerintah pusat dan daerah,â ujar Zulkifli.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar