Cari

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Kemen PPPA Resmi Luncurkan SIMFONI PPA Versi 3.0


Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Kemen PPPA Resmi Luncurkan SIMFONI PPA Versi 3.0

Schoolmedia News JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) resmi meluncurkan pembaruan sistem pendataan melalui Aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) Versi 3.0 pada Senin (19/1/2026). Peluncuran ini difokuskan pada penguatan manajemen kasus guna memberikan layanan perlindungan yang lebih responsif, akurat, dan terintegrasi bagi perempuan dan anak di seluruh Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menyatakan bahwa kehadiran versi terbaru ini merupakan langkah transformatif dalam sistem pendokumentasian kasus kekerasan. Menurutnya, data yang berkualitas adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran serta memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang tuntas.

“Peluncuran SIMFONI PPA Versi 3.0 dengan modul manajemen kasus ini adalah bukti komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan standar layanan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pengaduan tidak hanya tercatat sebagai angka, tetapi dipantau perkembangannya melalui manajemen kasus yang sistematis hingga korban mendapatkan keadilan dan pemulihan,” ujar Menteri Arifatul dalam acara peluncuran yang digelar di Jakarta.

Inovasi Manajemen Kasus yang Terintegrasi

SIMFONI PPA Versi 3.0 membawa perubahan signifikan dibandingkan versi sebelumnya. Jika versi terdahulu lebih berfokus pada pelaporan data statistik kekerasan, versi 3.0 ini memperkenalkan modul Manajemen Kasus. Fitur ini memungkinkan petugas layanan di tingkat pusat hingga daerah untuk melacak setiap tahapan penanganan korban secara real-time.

Dengan sistem ini, proses mulai dari penerimaan laporan, identifikasi kebutuhan korban, pemberian layanan kesehatan, bantuan hukum, hingga pendampingan psikososial dapat terdokumentasi dalam satu pintu. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya korban yang tidak tertangani dengan maksimal atau terhambat karena kendala birokrasi antarlembaga.

Dukungan Mitra dan Peserta Luas

Kegiatan peluncuran yang dilaksanakan secara hibrida ini dihadiri oleh sedikitnya 785 peserta. Peserta terdiri dari petugas layanan PPA tingkat pusat, Dinas PPPA provinsi maupun kabupaten/kota, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) seluruh Indonesia, serta para mitra pengembang dan lembaga internasional.

Pengembangan SIMFONI PPA Versi 3.0 ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kemen PPPA dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari UNICEF Indonesia dan Yayasan Sumadi. Sinergi ini memastikan aplikasi dibangun sesuai dengan standar perlindungan anak internasional namun tetap adaptif dengan regulasi di Indonesia.

Urgensi Satu Data Kekerasan

Dalam kesempatan tersebut, Kemen PPPA juga menekankan pentingnya sinergi data nasional. SIMFONI PPA diharapkan menjadi rujukan utama "Satu Data Kekerasan" yang dapat diakses oleh kementerian/lembaga terkait lainnya untuk keperluan evaluasi dan perencanaan program perlindungan nasional.

"Keakuratan data sangat krusial. Tanpa data yang valid, kita sulit memetakan daerah mana yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Dengan SIMFONI PPA 3.0, kita memperkuat transparansi dan akuntabilitas petugas layanan di lapangan," tambah Menteri.

Pasca peluncuran, Kemen PPPA akan segera melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) secara masif kepada operator di setiap daerah agar transisi penggunaan sistem baru ini berjalan lancar. Dengan diperkuatnya sistem manajemen kasus ini, pemerintah optimis tingkat keberhasilan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia akan meningkat secara signifikan di tahun-tahun mendatang.

Tim Schoolmedia 


Artikel Selanjutnya
Proses Seleksi Anggota Komisi Informasi 2026-2030: Tak Sejalan dengan Aturan dan Hak Publik Atas Informasi
Artikel Sebelumnya
UGM Lantik 205 Dokter Hewan Baru

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar